Banjir Bandang Terjang Kota Medan, Ribuan Warga Mengungsi

Uncategorized411 Views

Medan, 29 Mei 2024 — Banjir bandang melanda Kota Medan dan sekitarnya pada dini hari tadi, menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi. Hujan deras yang berlangsung sepanjang malam mengakibatkan Sungai Deli meluap, membanjiri sejumlah kawasan permukiman di kota ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara melaporkan bahwa banjir ini telah merendam sedikitnya lima kecamatan, yaitu Medan Maimun, Medan Johor, Medan Polonia, Medan Baru, dan Medan Petisah. Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 150 cm, menyebabkan banyak rumah terendam dan akses jalan terputus.

“Air naik sangat cepat sekitar pukul 03:00 WIB, dan kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Sekarang kami hanya bisa membawa beberapa pakaian dan dokumen penting,” kata Hendra, seorang warga Medan Maimun yang kini mengungsi di posko darurat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar. BPBD dan tim SAR telah dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir dan menyediakan bantuan darurat. Posko-posko pengungsian telah didirikan di beberapa titik, termasuk di GOR Pancing dan beberapa sekolah yang tidak terdampak banjir.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk menangani bencana ini. “Kami memprioritaskan evakuasi dan keselamatan warga. Semua sumber daya telah kami kerahkan untuk membantu mereka yang terdampak,” ujar Bobby.

Pemerintah Kota Medan juga telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan mulai didistribusikan ke posko-posko pengungsian.

BMKG Sumatera Utara memperingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan tanah longsor, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

Sementara itu, sejumlah organisasi kemanusiaan dan relawan turut serta membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan. Palang Merah Indonesia (PMI) dan berbagai komunitas lokal berkolaborasi untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Kerusakan infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Banyak jalan yang terendam air, menyebabkan kemacetan dan gangguan transportasi. Pemerintah setempat telah menurunkan alat berat untuk membersihkan lumpur dan puing-puing yang terbawa arus banjir.

Banjir ini juga berdampak pada sektor pendidikan, dengan beberapa sekolah yang terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar. Para siswa di wilayah terdampak diimbau untuk tetap di rumah atau mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kejadian ini mengingatkan kembali akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan infrastruktur yang baik. Pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan perhatian lebih untuk meningkatkan sistem drainase dan melakukan normalisasi sungai guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.

Situasi saat ini terus dipantau oleh pihak berwenang, dan masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi dari sumber resmi untuk menghindari informasi yang tidak akurat dan menyesatkan.

Comment